Kamis, 08 November 2012

Sepucuk Surat dari Ibu dan Ayah

Sepucuk Surat
Dari Ibu dan Ayah

....Anakku,
Ketika aku semakin tua, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku.

Suatu ketika aku memecahkan piring,  atau menumpahkan sup di atas meja karena penglihatanku berkurang, aku harap kamu tidak memarahiku.

Orang tua itu sensitif..........selalu merasa bersalah saat kamu berteriak.
Ketika pendengaranku semakin memburuk dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan, aku harap kamu tidak memanggilku Tuli! Mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya.

Maaf anakku.....Aku semakin tua
Ketika lututku mulai lemah, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan.

Aku mohon, jangan bosan denganku.....
Ketika aku terus mengulangi apa yang ku katakan, seperti kaset rusak. Aku harap kamu terus mendengarkan aku.
Tolong jangan mengejekku, atau bosan mendengarkanku.

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah balon?
Kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan.

......Maafkan juga bau ku. Tercium seperti orang yang sudah tua.
Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi. Tubuhku lemah....
Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin. Aku harap, aku tidak terlihat kotor bagimu...

Apakah kamu ingat, ketika kamu masih kecil?
Aku selalu mengejar-ngejar kamu.....
Karena kamu tidak ingin mandi

Aku harap kamu bisa bersabar dengan ku, ketika aku selalu rewel. Ini semua bagian dari menjadi tua, kamu akan mengerti ketika kamu tua.

Dan jika kamu memiliki waktu luang, aku harap kita bisa berbicara, bahkan untuk beberapa menit.
Aku selalu sendiri sepanjang waktu. Dan tidak memiliki seseorang pun untuk di ajak bicara.
Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan. Bahkan jika kamu tidak tertarik pada ceritaku, aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu.

Apakah kamu ingat, ketika kamu masih kecil ?
Aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu.

Ketika saatnya tiba.........
Dan aku hanya bisa terbaring, sakit dan sakit
Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku.

MAAF....kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan.
Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku. Selama beberapa saat terakhir dalam hidupku.

Aku mungkin, tidak akan bertahan lebih lama....
Ketika waktu kematianku datang........
Aku harap kamu memegang tangan ku dan memberikanku kekuatan untuk menghadapi kematian.

Dan jangan khawatir........
Ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta.....
Aku akan berbisik padaNya.......
Untuk selalu memberikan BERKAH pada mu, karena kamu mencintai, Ibu dan Ayahmu.......
Terima Kasih atas segala perhatianmu, nak.....

Kami mencintaiMu,

                                                                Dengan kasih yang berlimpah,
IBU DAN AYAH

Seuntai Kata Cinta,,,


Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang


Maafkanlah sahabatku karena ku telah jatuh cinta padamu, pesonamu memaksa aku tuk rasakan lembut kasihmu .. Salahkanlah hadirnya cinta, hinggapi perasaan kita, dan biarkan semua ini berjalan apa adanya. Bersamamu telah kutemukan betapa takutku merasa inginkanmu selamanya seutuhnya


Maafkan aku. Kau boleh lakukan apa saja untuk membalasku, mencaci, memaki, tapi jangan pernah tinggalkan aku.


Selama nafas ini masih ada, selama jantung ini masih berdenyut, aku akan mencintaimu dan membahagiakanmu.


Wajahmu tidak membuatku takluk, senyummu juga tidak bisa membuatku tersipuh, kecuali ketulusanmu mencintaiku yang membuat hatiku bertekuk lutut di hatimu.


“Ya Allah.. Jikalau cinta ini adalah ketertawanan, tawanlah hatiku dengan cinta kepada-Mu,agar tidak ada lagi yg dapat menawan hatiku.. Jikalau rindu ini adalah rasa sakit, penuhilah rasa sakit ini dengan rindu kepada-Mu….”


Aku selalu berusaha tak menangis karenamu, karena setiap butir yang jatuh, hanya makin mengingatkan, betapa aku tak bisa melepaskanmu.


Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang, bukanlah dari pemberian semata.


Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir.


Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu, jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang dihatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.


Aku mencintaimu sebelum kita berdekatan, Sejak pertama kulihat engkau. Aku tahu ini adalah takdir. Kita akan selalu bersama; Dan tidak ada yang akan memisahkan kita


Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.


Kadangkala, saat kau dekat, aku kehilangan semua kata-kataku. Dan saat itulah aku berharap, mataku berbicara tentang perasaanku padamu.


Yang kuharap malam ini hanya tentangmu. Yang kuinginkan saat ini hanya damaimu. Yang kupinta detik ini hanya bahagiamu. Met tidur, sayang....